Pengertian PrestaShop
PrestaShop adalah alat pembuat toko online yang sangat mudah untuk digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda dapat dengan mudah membuat toko online (e-commerce) Anda menggunakan PrestaShop. Platform ini tersedia dalam versi hosted dan self-hosted. Namun satu-satunya kendala dalam penggunaan PrestaShop adalah ketersediaan pilihan kostumasi yang sedikit. Keterbatasan elemen grafis. Platform ini memiliki banyak theme premium yang bisa Anda beli.
Keunggulan
1. Mendapat penghargaan dunia maya sebagai software Solusi Open Source Terbaik E-Commerce pada tahun 2010 dan 2011.
2. Prestashop memeiliki lebih dari 250 fitur, diantaranya:
a. Support dengan bahasa Indonesia
b. Fitur-fitur yang lengkap seperti cart, featured products,tag produk, dll.
c. Membedakan antara pemasok dan merek
d. Adanya tag produk
e. Anda dapat menggunakan berbagai macam jenis pembayaran seperti paypall, kartu kredit ataupun menggunakan bank-bank lokal.
f. Adanya fitur bingkisan hadiah
g. Adanya fitur untuk me-retur order, dan masih ada fitur yang lainnya.
3. PrestaShop adalah yang tercepat, yang paling ringan, dan perangkat lunak E-Commerce Open Source paling progresif.
4. Sudah lebih dari 50,000 situs menggunakan Prestashop untuk menjalankan bisnis online mereka karena lebih mudah sebuah produk ditemukan, mudahnya memperoleh informasi secara detail dari produk dan mudahnya menyelesaikan belanja beserta transaksinya.
Kelemahan
1. Belum tersedianya media untuk interaksi antara user, user hanya bisa memberikan coment.
2. Back-end sangat lambat untuk dikelola dan dimaintain.
3. Untuk free template masih kurang tersedia.
OpenCart
OpenCart adalah platform ecommerce open source yang cukup populer. Aplikasi software ini menjanjikan pengalaman user-friendly. Anda tidak perlu memiliki skil dan pengalaman dalam pemrograman untuk membangun situs e-commerce menggunakan OpenCart. Satu-satunya kekurangan dari OpenCart adalah bahwa Anda harus bergantung pada plugin. OpenCart adalah software keranjang belanja yang cukup sederhana. Selain itu OpenCart tidak memiliki banyak fungsi yang kompleks.
osCommerce
osCommerce adalah tools open source dipercaya oleh pengguna dan pedagang selama lebih dari 15 tahun belakangan ini. Platform ini memiliki lebih dari 7000 add-ons yang dikelola oleh komunitas. Komunitas osCommerce sangat besar dan memiliki lebih dari 260.000 anggota yang sebagian diantaranya tentu pedagang online, pengembang dan para penyedia layanan. Satu-satunya kekurangan dari osCommerce adalah kurangnya skalabilitas.
WooCommerce
WooCommerce adalah platform e-commerce yang open source untuk situs WordPress. Platform ini memiliki dukungan komunitas yang cukup besar juga. Alat ini sangat user-friendly dan Anda dapat menginstal, set-up dan situs akan siap untuk diluncurkan dalam waktu yang cukup singkat. Pada tampilan luarnya, WooCommerce termasuk yang mobile-friendly. Jadi membantu pemilik toko untuk membuat aplikasi mobile untuk toko mereka. WooCommerce memiliki banyak add-on. Satu-satunya kekurangan dari WooCommerce, dia hanya dapat digunakan dengan WordPress.WooCommerce
Magento
Selanjutnya yang tidak kalah bagus untuk membuat situs ecommerce adalah Magento, aplikasi ini memiliki banyak sekali fitur yang bisa menunjang situs ecommece Anda, Magento termasuk salah satu platform ecommerce yang cukup cepat perkembangannya, saat ini memiliki komunitas yang cukup banyak dari seluruh dunia. Magento tersedia dalam versi gratis dan premium.
OpenCart vs PrestaShop
OpenCart dan PrestaShop, keduanya memiliki fitur yang cukup lengkap. Keduanya tergolong ringan dan bisa di-instal tanpa kesulitan di lingkungan shared hosting. Keduanya cukup mudah dipelajari. Dan keduanya bersaing cukup ketat dalam memperebutkan pelanggan yang tertarik menggunakan software eCommerce open source yang gratis.
OpenCart dikembangkan oleh orang Inggris. Sedangkan PrestaShop dikembangkan di Perancis. Karakteristik orang Inggris yang kaku namun solid memang terlihat dalam OpenCart. Demikian pula karakteristik orang Perancis yang menekankan segi estetika tampak pada PrestaShop. Oleh karena itu, dari sisi tampilan PrestaShop terlihat lebih menarik dibandingkan dengan OpenCart.
Kedua gambar berikut ini menunjukkan halaman depan toko online yang dibuat dengan OpenCart dan PrestaShop. Gambar berikut ini menunjukkan halaman depan dari toko online OpenCart:
Sedangkan gambar berikut ini menunjukkan halaman depan dari toko online PrestaShop:
Dari sisi fitur, PrestaShop juga masih sedikit lebih unggul dibandingkan dengan OpenCart. Fitur-fitur berikut ini, saat ini hanya ada dalam PrestaShop:
Produk pilihan (featured products)
Membedakan antara pemasok dan merek
Adanya pengelompokan pada atribut tambahan produk
Adanya tag produk
Adanya attachment produk (bisa untuk brosur elektronik)
Adanya fitur untuk me-retur order
Adanya fitur bingkisan hadiah
Jika dari sisi fitur dan tampilan terlihat PrestaShop unggul, artinya pilihan mesti jatuh ke PrestaShop dibandingkan OpenCart. Namun sebelum memutuskan untuk memilih PrestaShop, terlebih dahulu akan saya ulas fitur SEF URL pada keduanya.
Kesimpulan
Memilih dan menentukan software eCommerce yang tepat mesti mempertimbangkan tujuan, skenario, dan sumber daya yang kita miliki. Dari berbagai software eCommerce yang sudah saya ulas dalam blog ini, muncul tiga kandidat yang layak untuk dipertimbangkan, yaitu Magento Commerce, OpenCart, dan PrestaShop. Magento Commerce memiliki fitur terlengkap dan fleksibilitas yang tinggi, namun membutuhkan sumber daya server dan manusia yang juga tinggi. Sedangkan PrestaShop masih lebih unggul dibandingkan OpenCart dalam hal fitur dan tampilan. Namun, fleksibilitas OpenCart dalam menentukan SEF URL, membuatnya memiliki keunggulan tersendiri. Baik OpenCart maupun PrestaShop memiliki masalah duplikasi konten yang perlu dicarikan solusinya sebelum kita memutuskan untuk menggunakannya.
PrestaShop adalah alat pembuat toko online yang sangat mudah untuk digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Anda dapat dengan mudah membuat toko online (e-commerce) Anda menggunakan PrestaShop. Platform ini tersedia dalam versi hosted dan self-hosted. Namun satu-satunya kendala dalam penggunaan PrestaShop adalah ketersediaan pilihan kostumasi yang sedikit. Keterbatasan elemen grafis. Platform ini memiliki banyak theme premium yang bisa Anda beli.
Keunggulan
1. Mendapat penghargaan dunia maya sebagai software Solusi Open Source Terbaik E-Commerce pada tahun 2010 dan 2011.
2. Prestashop memeiliki lebih dari 250 fitur, diantaranya:
a. Support dengan bahasa Indonesia
b. Fitur-fitur yang lengkap seperti cart, featured products,tag produk, dll.
c. Membedakan antara pemasok dan merek
d. Adanya tag produk
e. Anda dapat menggunakan berbagai macam jenis pembayaran seperti paypall, kartu kredit ataupun menggunakan bank-bank lokal.
f. Adanya fitur bingkisan hadiah
g. Adanya fitur untuk me-retur order, dan masih ada fitur yang lainnya.
3. PrestaShop adalah yang tercepat, yang paling ringan, dan perangkat lunak E-Commerce Open Source paling progresif.
4. Sudah lebih dari 50,000 situs menggunakan Prestashop untuk menjalankan bisnis online mereka karena lebih mudah sebuah produk ditemukan, mudahnya memperoleh informasi secara detail dari produk dan mudahnya menyelesaikan belanja beserta transaksinya.
Kelemahan
1. Belum tersedianya media untuk interaksi antara user, user hanya bisa memberikan coment.
2. Back-end sangat lambat untuk dikelola dan dimaintain.
3. Untuk free template masih kurang tersedia.
OpenCart
OpenCart adalah platform ecommerce open source yang cukup populer. Aplikasi software ini menjanjikan pengalaman user-friendly. Anda tidak perlu memiliki skil dan pengalaman dalam pemrograman untuk membangun situs e-commerce menggunakan OpenCart. Satu-satunya kekurangan dari OpenCart adalah bahwa Anda harus bergantung pada plugin. OpenCart adalah software keranjang belanja yang cukup sederhana. Selain itu OpenCart tidak memiliki banyak fungsi yang kompleks.
osCommerce
osCommerce adalah tools open source dipercaya oleh pengguna dan pedagang selama lebih dari 15 tahun belakangan ini. Platform ini memiliki lebih dari 7000 add-ons yang dikelola oleh komunitas. Komunitas osCommerce sangat besar dan memiliki lebih dari 260.000 anggota yang sebagian diantaranya tentu pedagang online, pengembang dan para penyedia layanan. Satu-satunya kekurangan dari osCommerce adalah kurangnya skalabilitas.
WooCommerce
WooCommerce adalah platform e-commerce yang open source untuk situs WordPress. Platform ini memiliki dukungan komunitas yang cukup besar juga. Alat ini sangat user-friendly dan Anda dapat menginstal, set-up dan situs akan siap untuk diluncurkan dalam waktu yang cukup singkat. Pada tampilan luarnya, WooCommerce termasuk yang mobile-friendly. Jadi membantu pemilik toko untuk membuat aplikasi mobile untuk toko mereka. WooCommerce memiliki banyak add-on. Satu-satunya kekurangan dari WooCommerce, dia hanya dapat digunakan dengan WordPress.WooCommerce
Magento
Selanjutnya yang tidak kalah bagus untuk membuat situs ecommerce adalah Magento, aplikasi ini memiliki banyak sekali fitur yang bisa menunjang situs ecommece Anda, Magento termasuk salah satu platform ecommerce yang cukup cepat perkembangannya, saat ini memiliki komunitas yang cukup banyak dari seluruh dunia. Magento tersedia dalam versi gratis dan premium.
OpenCart vs PrestaShop
OpenCart dan PrestaShop, keduanya memiliki fitur yang cukup lengkap. Keduanya tergolong ringan dan bisa di-instal tanpa kesulitan di lingkungan shared hosting. Keduanya cukup mudah dipelajari. Dan keduanya bersaing cukup ketat dalam memperebutkan pelanggan yang tertarik menggunakan software eCommerce open source yang gratis.
OpenCart dikembangkan oleh orang Inggris. Sedangkan PrestaShop dikembangkan di Perancis. Karakteristik orang Inggris yang kaku namun solid memang terlihat dalam OpenCart. Demikian pula karakteristik orang Perancis yang menekankan segi estetika tampak pada PrestaShop. Oleh karena itu, dari sisi tampilan PrestaShop terlihat lebih menarik dibandingkan dengan OpenCart.
Kedua gambar berikut ini menunjukkan halaman depan toko online yang dibuat dengan OpenCart dan PrestaShop. Gambar berikut ini menunjukkan halaman depan dari toko online OpenCart:
Sedangkan gambar berikut ini menunjukkan halaman depan dari toko online PrestaShop:
Dari sisi fitur, PrestaShop juga masih sedikit lebih unggul dibandingkan dengan OpenCart. Fitur-fitur berikut ini, saat ini hanya ada dalam PrestaShop:
Produk pilihan (featured products)
Membedakan antara pemasok dan merek
Adanya pengelompokan pada atribut tambahan produk
Adanya tag produk
Adanya attachment produk (bisa untuk brosur elektronik)
Adanya fitur untuk me-retur order
Adanya fitur bingkisan hadiah
Jika dari sisi fitur dan tampilan terlihat PrestaShop unggul, artinya pilihan mesti jatuh ke PrestaShop dibandingkan OpenCart. Namun sebelum memutuskan untuk memilih PrestaShop, terlebih dahulu akan saya ulas fitur SEF URL pada keduanya.
Kesimpulan
Memilih dan menentukan software eCommerce yang tepat mesti mempertimbangkan tujuan, skenario, dan sumber daya yang kita miliki. Dari berbagai software eCommerce yang sudah saya ulas dalam blog ini, muncul tiga kandidat yang layak untuk dipertimbangkan, yaitu Magento Commerce, OpenCart, dan PrestaShop. Magento Commerce memiliki fitur terlengkap dan fleksibilitas yang tinggi, namun membutuhkan sumber daya server dan manusia yang juga tinggi. Sedangkan PrestaShop masih lebih unggul dibandingkan OpenCart dalam hal fitur dan tampilan. Namun, fleksibilitas OpenCart dalam menentukan SEF URL, membuatnya memiliki keunggulan tersendiri. Baik OpenCart maupun PrestaShop memiliki masalah duplikasi konten yang perlu dicarikan solusinya sebelum kita memutuskan untuk menggunakannya.

0 komentar: