PENGERTIAN LINUX
Linuk Adalah software sistem
operasi open source yang gratis untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU.
Linux merupakan turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam
perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.
Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix)
Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code).
Tidak hanya itu, Anda
diberikan hak untuk mengkopi
sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal
dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin
menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
MACAM-MACAM
DISTRO LINUX
1.Ubuntu
Ubuntu adalah salah satu distribusi
Linux yang berbasiskan pada Debian.
Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical
Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah
konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika,
yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”.
2. Debian
Debian adalah sistem operasi
berbasis kernel Linux. Debian adalah ‘kernel independent’, yaitu sistem operasi
Debian dikembangkan murni tanpa mendasarkan pada sistem operasi yang telah ada.
3.Gentoo Linux adalah suatu
distribusi Linux yang memakai paket sistem manajemen Portage. [Bandingkan
dengan: Debian yang menggunakan paket .deb, RedHat / Mandrake yang menggunakan
paket .rpm. Manajemen paket ini dirancang untuk modular (mudah
ditambah-tambah), portabel (dapat di port ke distro lain), mudah ditata,
fleksibel, dan dioptimalkan untuk masing-masing komputer pengguna
4.Slackware
Slackware merupakan sistem operasi
yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware
merupakan salah satu distro awal, dan merupakan yang tertua yang masih
dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta
menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix.
5.CentOS
CENTOS Adalah sistem operasi bebas
yang didasarkan pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL). CentOS singkatan dari
Community ENTerprise Operating System (Sistem Operasi Perusahaan buatan
Komunitas/Masyarakat).
CARA
MENGINSTALL
Cara
Instal Ubuntu 15.04
1. Masukkan CD/DVD master ubuntu 15.04.
2. Pastikan CD/DVD dapat dibaca oleh komputer
dengan baik.
3. Restart Komputer.
4. Masuk ke pengaturan BIOS terlebih dahulu.
Pilih bada bagian menu BOOT, lalu tempatkan CD/DVD pada posisi booting pertama
(paling atas). Kemudian simpan.
5. Biarkan komputer restart otomatis. Dan tunggu
proses selanjutnya.
Selanjutnya pilih bahasa yang akan digunakan
selama penginstalan nantinya. Disini kami menggunakan bahasa English agar lebih
bisa dimengerti. Selanjutnya klik Install Ubuntu.
Pada tahap ini tidak perlu ada yang
dirubah, klik Continue saja untuk melanjutkan.
Pada tahap ini akan ada 2 pilihan opsi.
Biasanya pilih opsi kedua (Something Else), apabila memilih
opsi yang kedua, maka nantinya kita akan membuat partisi pada harddisk secara
manual. Klik Continue.
Selanjutnya kita akan membuat sebuah
partisi baru pada harddisk. Klik New Partition Table.
Klik Continue.
Kita mempunyai harddisk dengan kapasitas
350GB yang nantinya akan dibagi menjadi 2 partisi. Untuk membuat sebuah partisi
klik tanda plus (tambah).
Partisi pertama yaitu kita membuat sebuah
partisi dimana data-data akan disimpan, baik data penginstalannya maupun data
yang lainnya.
Pertama tentukan ukuran yang akan dibuat pada
partisi ini. Selanjutnya pilih Primary,
pilih Beginning of this space.
Pada kotak Use as pilih Ext4 journaling file system.
lalu pada kotat Mount point pilih /
Kemudian klik Ok
Selanjutnya kita akan membuat partisi kedua.
Klik tanda plus (tambah) terlebih dahulu, lalu akan muncul tampilan seperti
gambar di bawah ini.
Tentukan kapasitas pada partisi ini.
Lalu pilih Logical, kemudian pilih Beginning
of this space. Pada kotak Use as pilih Swap
area. Bagi saya partisi swap area ini
merupakan partisi yang penting (wajib). Swap area merupakan sebuah partisi yang
nantinya akan menjadi Memory Virtual dengan menggunakan harddisk sebagai
medianya. Ukuran partisi swap area ini biasanya 2 kali lipat dari ukuran RAM
komputer anda. Misalkan RAM kamputer kamu ukuran 4GB, kalau kamu ingin membuat
Memori Virtual (SWAP) seperti ukuran RAM komputer kamu, maka ukuran SWAP-na
akan menjadi 8GB. Lalu klik OK.
Maka hasilnya akan terlihat seperti pada gambar
di bawah. Kita telah selesai membuat 2 buah partisi, yaitu / dan swap area.
Selanjutnya klik Install
Now.
Klik Continue.
Pilih zona waktu negara anda (Jakarta,
Indonesia), lalu klik Continue.
Selanjutnya pilih bahasa inputan
keyboard. Kami menggunakan English (US).
Selanjutnya yaitu anda disuruh untuk
mengisikan data untuk user secara lengkap. Isikan dengan data yang benar dan
gampang diingat passwordnya. Setelah selesai klik Continue.
Proses penginstalan dan penyalinan data
sistem operasi dimulai. Tunggu proses ini sampai selesai. Biasanya waktu yang
dibutuhkan pada tahap ini sekitar 10-20 menit.
Setelah proses penginstalan selesai,
maka akan ada perintah seperti pada tampilan di bawah. Klik Restart
Now.
Setelah komputer direstart, keluarkan
terlebih dahulu CD/DVD mater ubuntu 15.04 nya. Lalu isikan password sesuai
dengan password yang telah anda buat tadi.
Proses penginstalan pun telah selesai.
Di bawah ini merupakan Home Page dari OS ubuntu 15.04.
Selesai sudah proses penginstalan sistem operasi
linux distro buntu
2. DEBIAN
Cara Mudah Install Linux Debian Server
Beserta Gambar
Hay
sobat, kali ini kami akan mengajak sobat semua untuk membahas tentang cara
install Linux Debian Server "7 Whezzy". Nah, sobat semua pasti
banyak kan yang ingin memakai linux, eitz sebentar dulu, yang akan kita bahas
ini akan menggunakan basis text jadi tidak seperti debian client ya yang
menggunakan basis GUI/ grafik. Rata-rata debian server ini banyak diminati anak-anak
muda yang sering bermain jaringan dan belajar hacking, hehehe. Oke langsung
saja ya ke tutorialnya.
Inilah Cara Mudah Install Linux Debian Server :
1. Setting boot order pada BIOS nya dulu, kemudian
masukkan DVD Debian ke dalam PC lalu nyalakan PCnya. Maka, akan muncul tampilan
seperti gambar dbawah ini.
Pada gambar diatas, Pilih “Install”
untuk menginstal Debian dengan mode biasa (bukan mode grafis / GUI).
Setelah memilih “Install” maka akan muncul tampilan seperti ini.
2. Pilih bahasa tampilan untuk proses instalasi
Debian sesuai keinginan sobat, disini kami menggunakan bahasa inggris lalu
tekan “Enter”.
3. Setelah memilih bahasa, kemudian sobat di ajukan
untuk memilih lokasi sesuai lokasi tempat tinggal sobat. Jika tidak
tercantum seperti gambar diatas, pilih “other”
untuk mencari lokasi sobat. Kalau sudah
ketemu lokasi yang benar, tekan “Enter” pada lokasi tersebut. (Lihat
gambar dibawah)
4. Selanjutnya akan menuju ke bagian ini, yaitu
pemilihan output keyboard untuk Debian yang diinstal. Disini biasanya yang
dipilih adalah output keyboard “American English”, karen seperti
keyboard standar yang sering kita pakai. Maka pilihlah “American English”
dan tekan “Enter” untuk memilih output keyboard Inggris-Amerika
tersebut. (Lihat gambar dibawah)
5. Setelah di Enter akan muncul tampilan seperti gambar
dibawah ini, Jika muncul 2pilihan network adapter, pastikan sobat
pilih yang “eth0” karena yang pasti dipakai dan yang pertama
dikonfigurasi itu eth0. Tekan “Enter” pada pilihan eth0. (Lihat
gambar dibawah)
6. Setelah itu akan muncul loading konfigurasi IP
dan DHCP, tekan cancel sampai muncul tampilan seperti gambar dibawah.
Jika
sudah muncul tampilan “autoconfiguration failed” seperti gambar diatas
tekanContinue. Kemudian jika muncul tampilan lain dan pilih “Do not
configure the network at this time”.
7. Kemudian akan muncul tampilan pengaturan user
dan password, dan ikuti saja langkah langkah ini sesuai keinginan sobat
masing-masing seperti pilih, isi dan enter sesuai yang ada digambar dibawah. Isikan
root password, full name, username, dan password non-root sesuai
keinginan hati sobat.
|
|
|
Beri password sesuai keinginan sobat
|
|
|
|
Masukkan nama lengkap untuk user baru
|
|
|
|
Masukkan kembali password yang sobat buat tadi
|
|
|
|
Berikan Username untuk akun sobat pada debian server
yang digunakan untuk login
|
|
|
|
Berikan password untuk akun yang digunakan untuk
login
|
|
|
|
Masukkan ulang password yang sobat buat
|
8. Nah, Setelah langkah langkah diatas selesai, maka kita
akan berlanjut ke bagian disk partitioning. Supaya mudah, ikuti
saja langkah langkahnya seperti gambar dibawah ini.
|
|
|
Pilih Guided - use entrie disk
|
|
|
|
Pilih All Files In One Partition yang
disarankan untuk user baru
|
|
|
|
Pilih Finish Partition dan tekan Enter
|
9. Setelah selesai proses mem-partisikan, maka akan
muncul tampilan loading “Formatting Partition”. Tunggulah sampai selesai
dan akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
Pada
bagian ini, pilih “No” untuk melanjutkan proses instalasi tanpa
melakukan proses scanning DVD yang lainnya. Untuk menyingkat waktu instalasi,
pilihlah “No”. Setelah itu maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah
ini.
Untuk
bagian yang satu ini, kita pilih “No” karena kita tidak menggunakan ‘Network
Mirror’ saat instalasi Linux Debian ini. Dan kemudian, akan muncul seperti
gambar dibawah ini. Pilih “No” saja karena untuk menyingkat waktu.
10. Nah, Setelah itu, maka akan muncul tampilan
untuk memilih aplikasi apa saja yang akan langsung di instal ketika instalasi
Debian. Untuk membuat tampilan Debian dalam basis teks, maka pilihlah “Standard
system utilities” seperti gambar dibawah supaya proses instalasi tidak
berjalan terlalu lama.
11. Jika sudah, maka akan muncul tampilan loading “Select
and Install Software”. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini, di bagian
ini pilih saja “Yes” untuk menginstal “GRUB Boot Loader” karena
itu adalah bagian penting dari Debian ini. GRUB Boot Loader digunakan untuk
booting pada sistem operasi Linux Debian. (Lihat gambar dibawah)
12. Lalu tunggu loading instalasi GRUB Boot Loader sampai
selesai. Kemudian akan ada perintah untuk mengambil DVD Debian yang digunakan
saat instalasi. Ambil DVDnya lalu pilih “Continue” untuk melanjutkan ke
finishing instalasi Debian. Setelah proses instalasi sistem operasi Linux
Debian selesai, maka akan muncul sepert ini. (Lihat gambar dibawah)
13. Setelah muncul tampilan seperti tadi, kemudian PC akan
me-reboot dengan sendirinya. Tunggu proses reboot selesai, dan proses instalasi
sistem operasi Linux Debian selesai. Jika sudah selesai, tampilannya akan jadi
seperti ini.
Tested By: VirtualBox
Sistem Operasi Linux Debian 7 Wheezy Telah Terinstal
Di Komputer
3. Cara install Linux Gentoo
1. 1. Jika
anda memakai booting dari CD / DVD anda harus menyiapkan DVD yang sudah ada
instalannya Linux gentoo nya ya.
2. 2. Jika
sudah dimasukan tekan F9 untuk langsung Booting dari CD atau DVD
3. 3. Jika
sudah di tekan F9 maka akan langsung keluar tampilan linux gentoo.
1. 4.
Jangan sampai ketika anda masuk ke tampilan ini anda kehabisan
waktu seperti gambar ini, jika sampai waktunya mendahului anda maka akan
terjadi seperti ini.
1. 5.
Kemudian pilih “Gentoo x86_64” seperti gambar di bawah
ini ya.
1. 6. Jika
sudah di pilih lalu tekan “Enter”, dan jika sudah di tekan “enter” maka
akan muncul tampilan seperti di bawah ini.
1. 7. Jika
sudah muncul seperti ini Linux gentoo akan mulai proses untuk instalasi dan
kira – kira potongan prosesnya seperti ini lah
1. 8. Dan
jika anda menjumpai tulisan “<< Load keymap (Enter for default: _)” anda
tekan enter saja langsung.
1. 9. Jika
sudah di tekan enter maka tampilan selanjutnya kira-kira seperti ini
1. 10.
Jika sudah seperti ini tunggu Loading nya selesai.
1. 11. Jika
sudah selesai maka anda akan di hadapkan dengan tampilan seperti ini
Di gambar ini ada user name yang bertulisakan Gentoo dan password yang saya
masih belum tau isi password tersebut.
Jika sudah seperti ini tekan enter saja ya sobat.
1. 12. Dan jika sudah
di tekan enter maka akan muncul tampilan seperti ini
Jika sudah seperti ini artinya Linux gentoo yang anda gunakan telah
berhasil.